World War 3 dalam kacamata Emotional Intelligence

Emotional Intelligence 2

Before I going to the next story, I would like to say thank you very much for my lovely best friend @njessias, you give me a chance to read this amazing book 💙💙💙
I do apologize to keeping your book for along time 😂 I promise it will be back to you after I finished to read ✌

Let's start the 2nd lesson.. Mengapa harus cerdas secara emosi.

as we know it, we are human and life with another human. Kita tidak diciptakan sendirian, dan semua orang disekitar kita bukanlah benda mati mereka juga memiliki emosi sama seperti kita. Pernah mendengar kata pepatah klasik? "Kita diperlakukan sebagaimana kita memperlakukan orang lain". Kita tidak bisa berlaku seenak jidat. Jika kita bisa merasakan sakit, maka orang lain pun sama. Dibutuhkan kecerdasan untuk menguasai diri dan memperlakukan orang lain agar emosi itu tidak berbuah negatif.

Let's see from the big cases
Mungkin para penggemar bola masih ingat. Pada laga final piala dunia tahun 2006, Perancis harus merelakan timnya kalah oleh Italia hanya karena tandukan kepala yang dilakukan Zidane pada Materazzi. Usut punya usut ternyata hal tersebut disebabkan Materazzi dengan liciknya memancing Zidane dengan hinaan yang sangat kasar. Zidane merupakan pemain dengan prestasi gemilang dan ujung tombak kemenangan Prancis kala itu, namun ia memiliki kelemahan dari segi emosional, sehingga ia harus keluar setelah menanduk Materazzi dan berujung pada kekalahan. Semua masyarakat Prancis dan pendukung bersedih dan menyayangkan kejadian tersebut.

The second case, Ini adalah sebuah pertanyaan besar yang mencuat ke permukaan hari ini di mata dunia mengenai terbunuhnya jenderal ternama Iran Soleimani dalam serangan udara Amerika Serikat. Sehingga menjadi trending top 3 di twitter Indonesia, banyak yang mengira dunia diambang perang ke-3, saya hanya penasaran jika dikaitkan dengan emotional intelligence, seperti apa tindakan pemerintah Iran dalam menanggapi hal tersebut. Apakah dengan serangan balas dendam? atau mencari jalan damai? atau hanya akan diam? mana yang akan mendatangkan solusi? dan mana yang akan menimbulkan kerugian lebih banyak lagi?

kita bisa ikut merefleksikannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah