Social Anxiety

Social Anxiety

Sebagai anak yang lahir di desa, aku tumbuh dengan keadaan  sederhana, semuanya nampak mudah dan baik-baik saja. Menjadi anak yang bergembira, memiliki pertemanan yang baik, menghirup udara yang sehat, bergerak dan berlari tanpa takut terjatuh.

Tapi aku tidak terus hidup di masa kecil, banyak hal berubah. Pindah rumah, pindah sekolah, lingkungan baru, pola hidup baru, dan pertemanan baru. Semua mengubah diriku, orientasi hidupku yang tidak lagi semudah dulu. Kebanyakan aku hanya lebih suka mengamati, hingga menyadari di dunia ini ada yang disebut dengan "perbedaan".

Kurasa perbedaan bukan masalah, aku hanya tampil sebagai diriku yang sudah kulakukan sejak lama. Senang rasanya berkomunikasi dengan banyak orang, senang rasanya memiliki banyak teman, senang rasanya hanya untuk sekedar ditertawakan, senang rasanya melakukan apa yang ingin dilakukan.

Semakin dewasa, semuanya menjadi terlihat berbahaya. Entahlah aku tidak tahu cara yang tepat untuk merepresentasikannya, hanya saja setiap orang dewasa terlihat tidak menyukai perbedaan. Apapun yang terlihat berbeda tidak bisa dijadikan kawan, apapun yang terlihat berbeda bukanlah bagian, hingga akhirnya tidak semua orang bisa menjadi teman. Dunia ini terasa sempit dan terkotak-kotak...

Kini, aku adalah orang dengan sejuta ketakutan. Kebanyakan orang berusaha untuk dilihat dan terlihat, kebanyakan orang mengusahakan dirinya untuk tetap sama seperti yang lainnya meskipun tidak menginginkannya.

Demikian pula dengan diriku. Seakan aku hidup untuk menjadi orang lain, hanya karena aku ingin semuanya baik-baik saja.

Aku dengan sejuta kecemasanku adalah aku dengan perasaan takut terlihat buruk, takut untuk tidak diterima, dan takut untuk tersisih hanya karena aku berbeda.

but...

In the end, I realized that all of my thougts were stupid 😅

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sampah