Tentang Kuliah : Exchange melalui SPADA
Holla guys !! Welcome back to my blogspot :v
Tulisan kali ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan kebingungan teman-teman yang bertanya mengenai program SPADA dan honest review dari penulis sebagai alumni program ini.
Oke buat yang belum tahu, SPADA itu adalah kependekan dari Sistem Pembelajaran Daring, nah Daring disini juga memiliki kepanjangan alias bercucu yaitu "Dalam Jaringan" atau secara lebih simpel SPADA adalah sistem pembelajaran online.
Pada tahun 2014 kemenristekdikti meluncurkan sebuah program Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang kemudian pada tahun 2016 berganti nama menjadi SPADA. Tujuan diadakannya program ini adalah untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di Perguruan Tinggi.
Then, seperti apakah pelaksanaan program SPADA tersebut ?
Program ini dilaksanakan dalam bentuk Students Exchange (pertukaran mahasiswa), tentu saja mahasiswa yang dipertukarkan adalah mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah terdaftar dalam program ini. Kita sebut saja salah satu nya UPI (univ asal gue btw) dan univ mitra Unsyiah Banda Aceh. Jumlah mahasiswa yang dipertukarkan juga tentu saja dibatasi dengan sistem kuota karena program ini menggunakan keuangan negara alias mahasiswa tidak dipungut biaya administrasi apapun dalam program ini.
Pada pelaksanaannya, karena program ini menggunakan sistem kuota, jelas dong mahasiswa yang akan mengikuti program ini harus melalui tahap seleksi terlebih dahulu. Proses seleksi akan dilaksanakan oleh program studi univeristas masing-masing. Based on my experience, alur nya adalah pendaftaran online dan mengisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab (*ya iyalah pertanyaan mah dijawab -_-), kemudian dilakukan tes atau wawancara. Wawancara tersebut dilakukan oleh ketua prodi, pembina kemahasiswaan dan dosen-dosen lain yang bersangkutan dalam program ini. Tidak usah tegang dulu guys! Karena kalian tidak akan menghadapi soal-soal macam ujian masuk perguruan tinggi, disini hanya mengarahkan dan menguji seberapa besar komitmen dan kesiapan kalian untuk mengikuti program ini.
Next step, setelah kalian dipastikan menjadi perwakilan mahasiswa yang ditukarkan maka persiapkanlah untuk melakukan kontrak mata kuliah yang dipilih di universitas asal. Kemudian akan ada dua mata kuliah sama yang dipertukarkan dengan universitas mitra yang nantinya dua mata kuliah tersebut dipelajari melalui perkuliahan tatap muka di universitas mitra.
Then mata kuliah lain yang sudah kita kontrak di universitas asal gimana nasibnya ?
Nah, mata kuliah lainnya akan kita laksanakan secara online selama kita berada di universitas mitra yaitu sekitar dua bulan lamanya. So, kita akan tinggal di negeri orang dan bermukim sementara disana selama dua bulan untuk melakukan perkuliahan tatap muka sebanyak dua mata kuliah saja di universitas mitra. Namun, tetap menjalankan perkuliahan dari universitas asal secara online .
Terus transportasi,biaya hidup dan akomodasi tempat tinggal gimana nih ?
Ada beberapa rincian anggaran yang akan didanai oleh program ini diantaranya : Pertama, transportasi. Kalian gak perlu worry karena bakal ngeluarin duit gede buat tiket pesawat dan sebagainya karena jelas transportasi akan didanai oleh pemerintah. Kedua, living cost (biaya hidup). Buat kalian yang bisa hidup hemat dan ngirit tidak perlu khawatir harus punya duit yang gede kalo orang tua gak ada duit pun uang saku sudah jadi tanggungan pemerintah meskipun nominalnya tidak besar tetapi cukuplah buat si hemat, hehe. Terakhir, akomodasi sewa untuk tempat hidup. Nah yang pasti kalian tidak akan tinggal di kolong jembatan selama tinggal di daerah universitas mitra, karena meskipun pemerintah tidak menganggarkan dana untuk tempat tinggal, pihak lembaga dari universitas asal dan universitas mitra akan bekerjasama menempatkan kita sesuai kesepakatan, entah itu disewakan rumah ataupun tinggal di asrama kampus.
Kegiatan selama selama exchange?
Daily activity selama ikut exchange tentu saja bukan hanya belajar di universitas mitra. Biasanya kita juga dikenalkan dengan kultur budaya mereka. Karena kebetulan komplotan gue ditempatin di asrama Unsyiah, kita auto harus ngikut program asrama, dimana Aceh senidri merupakan wilayah istimewa yang sangat lekat dengan religi nya, maka program di asrama pun merupakan serangkaian kegiatan religi seperti shalat berjamaah, membaca al-matsurat pagi dan petang, tahsin dan tahfidz, kajian, serta tadarus bersama. Tentu dari kegiatan tersebut selain sebagai kegiatan peribadatan juga sebagai jembatan kita saling mengenal satu sama lain dan berinteraksi dengan society disana.
Selain program khusus, kalian juga akan mengikuti dan mengenal berbagai kegiatan kemahasiswaan di universitas mitra. Tenang ! kalian gak akan gabut disana karena para mahasiwa akan mengajak kalian mengikuti kegiatan kemahasiswaan disana, selain itu kalian akan mendapat bonus jalan-jalan bersama mengunjungi tempat-tempat istimewa selama di negeri orang. Jika diringkas secara keseluruhan daily activity selama exchange yaitu belajar, mengenal kultur, berkontribusi di kegiatan kemahasiswaan dan jalan-jalan. Eits, ingat! kita tidak bisa terlalu euforia untuk jalan-jalan karena bagaimanapun ada amanah rakyat yang kita pikul pada program ini. Sekian~
*catatan : untuk pertanyaan lebih lanjut silahkan tulis komentar dibawah
Komentar
Posting Komentar